Saringan Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional yang menjadi harapan bagi para pelajar SMA secara resmi dihapus oleh Dinas Pendidikan. Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggunakan hasil ujian nasional (UN) sebagai salah satu instrumen persyaratan untuk masuk jenjang pendidikan tinggi akan segera diwujudkan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 mendatang. Entah bagaimana nantinya jika "acara" tersebut dihapus oleh Dinas, dan nantinya benar benar mempengaruhi sistem pada intansi intansi sekolah serta pada lembaga bimbingan belajar.
Instrumen seleksi PTN pun akhirnya mengandalkan nilai rapor, jalur prestasi, serta Ujian masuk mandiri yang diselenggarakan tiap 61 PTN di seluruh Indonesia. Tentu saja ini merupakan kebijakan untuk mengotomatisasi tiap PTN untuk memberikan persenan seleksi melalui jalur undangan maupun jalur tertulis. Selain itu pula, Ujian masuk mandiri akan memiliki level yang lebih sulit dibandingkan ujian bersama. Ini menyebabkan para pengatur kurikulum sekolah serta korporat kurikulum Lembimjar "berputar putar" memikirkan apa strategi yang harus dilakukan kedepan. Rupanya, bukan cuma murid seperti kami yang binggung menghadapi semua ini. Kekhawatiran pun diekspresikan di banyak media. Salah satunya ada mereka menyebutkan bahwa biaya ujian masuk akan bertambah. Ini menjadi momok menakutkan bagi murid murid yang kurang mampu(sehingga pemerintah seakan menjadikan mereka orang orang yang harus lebih berjuang untuk mendapatkan pendidikan terbaik). Setiap sekolah pun akan mendongkrak nilai nilai muridnya agar bisa masuk di jalur undangan. Selain itu, jalur undangan bagaikan suatu lubang jarum yang tumpahi dengan segepok pasir, yang berarti memiliki saingan sangat ketat , melibatkan seluruh Indonesia. Saya rasa pula, rasio 60% undangan dan 40% tertulis sudah membuat saya miris karena tidak seimbang;" Bagaimana pula dengan ujian masuk bersama yang dihapus ?".
Kebijakan ini menyusul wacana pemerintah tentang perombakan sistem pendidikan dari SD hingga SMA.Salah satu ciri kurikulum 2013 untuk SD adalah mata pelajaran IPA dan IPS akan menjadi materi bahasan di semua mata pelajaran.
Lalu, ketua SNMPTN 2013 Akhmaloka memaparkan, tahun depan ujian tulis SNMPTN sudah tak berlaku dan seleksi akan lebih di konsentrasikan pada nilai rapor serta prestasi. Dan ada 61 PTN di seluruh Indonesia yang turut serta dalam SNMPTN 2013.
"Seleksi akan dilakukan berdasarkan nilai rapor dan prestasi lainnya, serta mempertimbangkan nilai ujian nasional (UN). Kemendikbud belum berpikir untuk mengubah pola UN," kata Akhmaloka, Senin (10/12/2012) dikutip dari Okezone.
Saya juga telah melihat website resmi dari SNMPTN yang telah ditutup oleh server pusatnya. Pada laman undangannya, sudah ditutup ataupun belum jelas keadaanya. Namun, saya lihat di http://snmptn.ac.id/, halaman masih berfungsi normal, meskipun penampilannya agak berbeda.
Pada akhirnya, saya hanya bisa berharap agar nantinya PTN yang menyelenggarakan ujian tertulis dan undangan dapat memberikan rasio yang seimbang antara keduanya. Selain itu juga, saya berharap agar Kabar ini merupakan gosip semata(atau gabar angin/ kabar burung) , dan kejelasan daripada seleksi masuk akan segera terungkap.


0 komentar:
Posting Komentar