Hebat
sekali bukan saudara saudara?
Selain
dari website tersebut, Jokowi juga masuk dalam "Major of the Month"
di situs http://www.citymayors.com/. Tepatnya saat tulisan ini dibuat.
Jokowi
menjadi terbaik karena menurut website tersebut, Jokowi dikenal dengan
gebrakan yang aneh namun benar benar luar biasa. Seperti penolakan gaji
walikota serta kampanye anti KKN. Itu menunjukkan bahwa kebersihan birokrasi
benar benar dipegang teguh oleh beliau.
Memang
benar, warga Jakarta patut berbangga dan gembira atas berita ini. Namun, di
post ini, saya akan memaparkan pula analisis daripada masalah yang dihadapi
beliau. Karena saya takut jika rencana manis akan masa depan Jakarta dari Pak
Jokowi ini akan sirna realisasinya. Karena memang benar kata beberapa pengamat
politik dan pembangunan di Indonesia bahwa Kota Solo sangat berbeda dengan
Kota Jakarta. Saya rasakan sendiri ketika tulisan ini dibuat(saya berada di
Yogyakarta- tempat yang tidak jauh berbeda dengan Solo) karena Jakarta
memiliki kesenjangan sosial yang sangat besar, masyarakat heterogen yang luas
dan sulit diatur, fondasi infrastruktur dalam perencanaan tata ruang kota
yang cacad serta banyak masalah lainnya.
Di Solo/
Jogja, masyarakat sangat peduli pada sopan santun, kebersamaan, dan
kesehatan. Apalagi di Jogja, masyarakat sangat patuh dan menghormati sosok
Sultan disini. Hingga akhirnya keteraturan sosial tercapai berkat pranata
pranata yang rapih serta efisien. Namun bukan berarti saya membanding
bandingkan Kota Jakarta dengan seantero Mataram Moderen ini(Jogja- solo
raya). Lebih tepatnya saya menganalisis secara realsitik bahwa sesungguhnya,
masalah bisa diselesaikan apabila kita menyadarinya dan merealisasikannya
tanpa haru menunggu terlalu lama. Itu berarti bahwa saya dapat mengatakan
kota Jakarta memiliki kesenjangan sosial yang tinggi, dimana mungkin bagi
anda yang warga kota Jakarta, sudah mengetahuinya dari dahulu. Contohnya saja
masyarakat kumuh di daerah teluk gong atau daerah ruli(rumah liar) lainnya,
yang memiliki pergaulan berbeda dengan kaum borjuis Ibukota dengan
segala kemewahannya.Ini merupakan indikator bahwa kemakmuran dan kualitas
hidup kota Jakarta masih sangat rendah.
Ini yang
membuat Pak Jokowi bingung dan pusing(barangkali).
Selain
masalah sosial yang terpapar di paragraf sebelumnya, masalah transportasi,
masalah tata ruang, infrastruktur, banjir dan lainnya juga menjadi
momok menjengkelkan bagi warga Jakarta.
Saya tidak
tahu apa yang dikerjakan para gubernur sebelumnya, namun perkembangan kota
Jakarta begitu lambat lambat lambat.
Lupakan
soal Krisis ekonomi 1998, karena negara asia lainnya juga mengalami hal yang
sama. Toh seperti Thailand yang sama terkena dampak krisis 1998, toh mereka
tetap bisa membangun MRT hingga Bangkok skytrain.
Untuk
masalah dari beberapa isu tentang Komunitas Facebook yang mendukung Jokowi
Menjadi Presiden 2014, saya rasa masih terlalu dini. JOkowi memang capres
yang berkompeten dari segi latar belakang, dan pengalaman(meskipun tidak
sehebat pengalaman Mahfud MD di 3 ranah trias politica).
Namun,
biarkanlah Jokowi mengurusi masalah Jakarta hingga rampung pung pung.....
Ada pula
opini dari pengacara tersohor berinisial Rh Stp.. yang mengatakan
bahwa"Tukang mebel tidak layak jadi presiden". Beliau mengatakan
juga bahwa Jokowi tidak becus menggurus Jakarta yang janjinya belum
terealisasikan(dikatakan tepat kurang lebih 4 hari lalu saat tulisan ini
dibuat).
Wong
Jokowi setaun aja belum, kok udah berharap Jakarta yang bener bener baik.
Mana ada megapolis semrawut macam Jakarta, yang berubah sempurna kurang dari
satu tahun..???Mengubah Jakarta tidak semudah membalikkan telapak tangan
anda. Karena Masalah bukan hanya di pemerintahannya, tetapi juga di
rakyatnya.(ini opini saya).
Saran
saya: Memang Jokowi belum bisa jadi presiden 2014, kewajiban beliau untuk
merombak Jakarta, namun alasanya yang manusiawi dikit kek, masak dibilang
Tukang mebel yang tak layak...
Saya bukan
100% pro Jokowi, tapi kesal saja dengar argumen seperti itu.
Sudahlah
Daripada
menjelekan si "Rhstp", lebih baik kita menghormati demokrasi
saja...
Biarkan
beberapa orang berargumen pedas,
Yang
penting dari saya, Kemajuan Kota Jakarta bukan cuma di tangan Jokowi,
meskipun beliau menjadi walikota terbaik... Tapi ada di tanggan seluruh
penduduk Jakarta...
maka dari
itu, bukannya saya sok tahu, tetapi saran saya baik kok:...
1.Jadilah
penduduk terbaik pula, menyusul walikota anda...
2.Dukung
secara dewasa pembangunan dan kebijakan Pemda, awasi pula birokrat yang
bandel.
3.Bantu
pembangunan dengan perwatan infrastruktur..
4.Ubah
pola hidup kotor menjadi rapih , bersih dan bijak
5.Ciptakan
lingkungan kota Jakarta menjadi nyaman dan tentram...
Pada
akhirnya, kalian bisa jadi kota terbaik, bukan karena Jokowi terbaik,
melainkan kalian semua BAIK...
Salam dari
Sleman,Yogyakarta
|