Heloo

Minggu, 06 April 2014

Jelang Pemilu, Banyak Propaganda



Haloo
Kali ini saya akan membahas masalah propaganda jelang pemilu. Namun meskipun demikian, topik kali ini masih saja berkaitan dengan opini saya, dan saya ini masih sebagai pemilih yang belum berpengalaman(karena emang belom pernah milih ).
Kalau para pembaca ini sering melihat televisi, pastinya hafal dengan berbagai program yang ditayangkan tiap stasiun televisi. Apapun selera anda, pasti anda tidak jauh dengan remote tv, karena dikala iklan mengudara pastinya anda akan berusaha mengganti ganti saluran demi mencari tayangan yang mungkin lagi bukan iklan. Dan pastinya para pembaca mengerti iklan iklan yang berbau pemilu. Jika para pembaca melihat biasa, anda akan berfikiran bahwa iklan jari parpol itu bisa jadi janji manis atau teknik marketing soal politik. Sah sah saja sebenarnya iklan mereka itu. Namun dikala stasiun tv mengudarakan iklan, mereka memiliki kedok di belakang ini semua.

Coba sebutkan saja capres/ cawapres yang memiliki stasiun tv. Pasti anda sudah tahu hal ini dari dahulu.
1. Stasiun tv dari MNC Grup: RCTI, TPI yang dimiliki oleh Harry Tanoesudibyo yang adalah calon wapres dari Partai HANURA
2. Stasiun tvONE, ANTV dimiliki oleh Aburizal Bakrie, capres dari Partai Golkar
3. Metrotv oleh Surya paloh dari partai Nasdem
Lalu Indosiar dan Trans cenderung ke partai Demokrat

Saat anda nonton berita, coba anda serapi. Berita apakah itu? Apakah Propaganda atau sekedar sajian belaka? Saya pernah menonton di salah satu televisi(gak usah saya sebutkan namanya), pada saat tayangan berita, mereka membahas tentang kebusukan 2 partai tentang kampanye yang melibatkan anak kecil dan pemasangan spanduk liar. Besok harinya, mereka membahas lagi tentang 3 partai lainnya, dan kebusukan kebusukannya. Tapi kemudian mereka membahas partai yang menjadi pihaknya(dalam arti ini, partai tersebut dimiliki oleh pemilik stasiun tv tersebut), dan dibagus baguskan. Itu sangat kelihatan propaganda dan dapat mempengaruhi penonton2 yang emosional. Contohnya saja mereka menjelek jelekan SBY dan partainya, dengan penyakit korupsi partai tersebut dan janji janji palsunya. Stasiun tv itu selalu saja menjelek jelekan pak SBY, dan bukan hanya pak SBY, Semua dijelek jelekkan, kecuali capres yang memiliki stasiun tv tersebut.
\
Nahhh...
Ini dia, menurut saya orang orang indonesia itu mudah untuk dipanas panasi. Lagipula, sebagian besar penikmat tv(yang sering nonton tv)  adalah masyarakat masyarakat kecil yang mudah dibodohi.

Televisi Mempunyai bahaya bagi Demokrasi khususnya menjelang PEMILU, karena:
1. Informasi politik dan suasana terkini negara mayoritas diperoleh rakyat dari Televisi
2. Realitas kepemilikan televisi oleh partai/pengusaha yang dapat memblocking program untuk membuat acara untuk kepentingannya
3. Berita dan peristiwa yang melibatkan pemilik TV/ketua Parpol akan mendapat porsi siar tinggi (durasi) siaran berita, siaran langsung—dan ini tidak dapat disensor

Kamis, 03 April 2014

Luwak Indie Sinemars Film, coming soon

Dua orang kakak beradik tinggal di sebuah apartemen. Sang kakak adalah pribadi yang mapan dan dewasa. Sedangkan adiknya adalah pribadi yang ambisius dan prefeksionis.  Mereka mengawali hari dengan rutinitas pagi masyarakat kota, tanpa menyadari bahwa ada kesadaran lain diluar rutinitas mereka.
Nantikan film pendek ini dalam Sinemars 2014 di:
Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House), Bandung
Tanggal 3 Mei 2014


Sutradara: Rama Dwiwahyu
Scriptwritter: Aloysius Baskoro
DOP: Dhyani Paramitha
          Galih Andhika
Property: Amirul Farras
Cast: Karistra Rucitra
        Emir Amarpalindra